WASPADA!!! INI YANG HARUS DIKETAHUI MENGENAI MALARIA (BEWARE !!! WHAT YOU NEED TO KNOW ABOUT MALARIA)
Malaria is caused by a parasite called Plasmodium. This small single-cell organism invades the liver and metamophoses so that it can burrow into red blood cells. The parasite then multiplies until red blood cells burst, causing the host body (human or animal) to be assaulted by waves of fever as the body attempts to destroy the parasite. In some cases, the infected red blood cells becomes stuck in the arteries and veins of the head, leading to death.
Malaria disebabkan oleh parasit yang disebut Plasmodium. Organ sel kecil ini menyerang hati dan bermetamorfosis sehingga bisa masuk ke dalam sel darah merah. Parasit kemudian berkembang biak sampai sel darah merah pecah, menyebabkan tubuh inang (manusia atau hewan) diserang oleh demam saat tubuh tersebut berusaha menghancurkan parasit tersebut. Dalam beberapa kasus, sel darah merah yang terinfeksi tersebut tersumbat di arteri dan pembuluh darah di kepala kepala, yang menyebabkan kematian.
In the early twentieth century, a team of Italian scientist showed that human malaria was spread by mosquitoes, paving the way for a series of simple measures to interrupt transmission of the disease, such as the use of bed nets and insecticides.
But because the malaria parasite metamorphoses as it moves from the liver to the red blood cells, it has been difficult to develop a vaccine that will stimulate the host's immune system into recognizing the two different froms of the parasite.
Pada awal abad ke-20, tim ilmuwan Italia menunjukkan bahwa malaria yang terdapat pada manusia disebarkan oleh nyamuk, yang menimbulkan jalannya serangkaian tindakan sederhana untuk menghentikan penularan penyakit ini, seperti penggunaan kelambu dan insektisida. Tapi karena parasit malaria bermetamorfosis saat ia bergerak dari hati ke sel darah merah, maka sulit untuk mengembangkan vaksin yang akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dua parasit yang berbeda ini.
Malaria disebabkan oleh parasit yang disebut Plasmodium. Organ sel kecil ini menyerang hati dan bermetamorfosis sehingga bisa masuk ke dalam sel darah merah. Parasit kemudian berkembang biak sampai sel darah merah pecah, menyebabkan tubuh inang (manusia atau hewan) diserang oleh demam saat tubuh tersebut berusaha menghancurkan parasit tersebut. Dalam beberapa kasus, sel darah merah yang terinfeksi tersebut tersumbat di arteri dan pembuluh darah di kepala kepala, yang menyebabkan kematian.
In the early twentieth century, a team of Italian scientist showed that human malaria was spread by mosquitoes, paving the way for a series of simple measures to interrupt transmission of the disease, such as the use of bed nets and insecticides.
But because the malaria parasite metamorphoses as it moves from the liver to the red blood cells, it has been difficult to develop a vaccine that will stimulate the host's immune system into recognizing the two different froms of the parasite.
Pada awal abad ke-20, tim ilmuwan Italia menunjukkan bahwa malaria yang terdapat pada manusia disebarkan oleh nyamuk, yang menimbulkan jalannya serangkaian tindakan sederhana untuk menghentikan penularan penyakit ini, seperti penggunaan kelambu dan insektisida. Tapi karena parasit malaria bermetamorfosis saat ia bergerak dari hati ke sel darah merah, maka sulit untuk mengembangkan vaksin yang akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk mengenali dua parasit yang berbeda ini.



Komentar
Posting Komentar